PPID ITB Terus Berinovasi dalam Keterbukaan Informasi Publik pada Presentasi Uji Publik 2023


Dokumentasi PPID ITB

BANDUNG, itb.ac.id - Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Institut Teknologi Bandung (PPID ITB) mengikuti presentasi Media Uji Publik atas inovasi serta strategi dalam melaksanakan Keterbukaan Informasi Publik 2023, Rabu (29/11/2023) di Hotel Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat.

Uji publik ini sebagai tindak lanjut dari tahapan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Badan Publik tahun 2023. Kegiatan Monev ini merupakan salah satu instrumen penting dalam mengukur performa implementasi keterbukaan informasi publik.

Sebelumnya PPID ITB telah melalui berbagai tahapan hingga meraih nilai di atas ambang batas dan dapat mengikuti tahapan Uji Publik. Presentasi dilakukan oleh Sekretaris Institut, Prof. Dr.-Ing. Ir. Widjaja Martokusumo. Sementara itu, terdapat tiga orang ahli di bidang keterbukaan informasi publik yang ditunjuk sebagai panelis.

Tahapan pada presentasi tersebut dapat menentukan nilai, kategori, serta peringkat kepatuhan Badan Publik dalam melaksanakan Keterbukaan Informasi Badan Publik 2023.

Sekretaris PPID ITB sekaligus Kepala Biro Administrasi Umum dan Informasi ITB, Usep Mulyana, S.Sos., MAP., menyatakan ada berbagai inovasi dan layanan unggulan dari PPID ITB untuk keterbukaan informasi publik.

"Ada berbagai inovasi yang telah dilakukan ITB untuk mendukung keterbukaan informasi. Salah satunya Unit Layanan Terpadu (ULT), yang kini sedang kami kembangkan. Sistemnya sudah jadi namun ada beberapa hal yang perlu direalisasikan dan akan segera kami lakukan," ujarnya.

Kemudian ada inovasi Pojok PPID, di mana publik akan semakin dimudahkan untuk memantau serta mengakses informasi yang dibutuhkan.

Beliau mengatakan, salah satu inovasi lainnya yang telah dilakukan ITB adalah penyediaan wadah pendayagunaan bersama atas dokumen hukum secara tertib dan terpadu yang tertuang dalam Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH).

"Bahkan JDIH ITB terpilih menjadi juara 1 dalam Kompetisi Legal Development Content Creator (LDCC) Awards tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI)," katanya.

Selain itu, ITB pun mendapatkan penghargaan sebagai Anggota Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN) Terbaik II Tahun 2023 untuk tingkat perguruan tinggi.

Dalam mendukung keterbukaan informasi publik, selama 2023 ITB juga telah mengadakan berbagai kegiatan penting, mulai dari peringatan 100 tahun Observatorium Bosscha, pemindahan mahasiswa tahap persiapan bersama (TPB) ke ITB Kampus Jatinangor, peresmian ITB Kampus Jakarta, pengenalan program multidisiplin, ITB Jatifest, acara Budaya Ilmiah Unggul, dan lain sebagainya.

Usep mengatakan berbagai kegiatan tersebut tidak hanya penting bagi segenap civitas academica, namun juga perlu diketahui oleh khayalak lebih luas. "Berbagai kegiatan yang telah dilakukan tersebut merupakan praktik baik untuk menunjang keterbukaan informasi kepada publik," ungkapnya.

ITB pun menyediakan ruang yang luas untuk keterbukaan informasi, termasuk akses bagi para kaum disabilitas. Secara khusus, situs resmi PPID ITB juga telah mempunyai berbagai fitur yang ramah untuk difabel.

Meskipun telah mendapatkan nilai yang memuaskan di atas ambang batas, namun PPID ITB tetap akan melakukan berbagai inovasi ke depannya. Termasuk mengembangkan berbagai aspek pengelolaan dalam keterbukaan informasi, juga melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak yang terkait.

Dalam menjalankan tugasnya, PPID ITB juga terus berkomitmen untuk menjadi pusat informasi dan dokumentasi publik yang senantiasa akurat, transparan, serta inovatif bagi masyarakat luas.